Selamat datang di website Credit Union Deus Providebit
JAM OPERASINAL KANTOR SENIN - JUMAT 07.00 -15.00 WIB | SABTU PUKUL 07.00 - 13.00 WIB

KEGIATAN

KEGIATAN TOT ABCD BERBASIS AI

Share:
KEGIATAN TOT ABCD BERBASIS AI

KEGIATAN TOT BERBASIS AI YANG DISELENGGARAKAN PUSKOPCUINA

ed_1782792626_8rPkAfLB.png

KLATEN – Guna menjawab tantangan ekonomi anggota yang semakin kompleks, sebuah pelatihan dan sistem pendampingan terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (AI) resmi diluncurkan. Kegiatan strategis bertajuk implementasi sistem "ABCD + AI" ini diselenggarakan selama enam hari oleh PUSKOPCUINA mulai tanggal 21 Juni 2026 hingga 26 Juni 2026 bertempat di Rumah Retret Panti Semedi, Klaten. Kegiatan tersebut diikuti oleh beberapa peserta dari beberapa Credit Union yang tersebar di seluruh Indonesia salah satunya adalah Credit Union Deus Providebit. Acara tersebut yang ditunjuk menjadi panitia yaitu CU Kridha Rahardja mengingat Credit Union tersebut adalah tuan rumah dan sekaligus CU yang sudah mengimplementasikan TOT ABCD berbasis AI dan sudah terbukti berhasil menerapkan di CU mereka dengan hasil pemberdayaan di CU tersebut berjalan
dengan baik. Dalam rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan pembicara RP. Sumarwan, SJ, Ph.D merupakan Ketua Pengurus CU Kridha Rahardja, Anggota Komite Keuangan dan Tata Kelola PUSKOPCUINA dan dosen di Universitas Sanata Darma,Yogyakarta sebagai pembicara utama bersama Cornelius Widodo Utomo pemilik
Widodo Farm yang berlokasi di Salatiga, Jawa Tengah
selaku narasumber ahli. Keduanya mengupas tuntas urgensi transformasi metode pemberdayaan di lingkungan Credit Union (CU). Mengubah Pola Lama Menjadi sistem pendampingan dalam pemaparannya, para narasumber menekankan bahwa kelemahan mendasar dari pola edukasi konvensional selama ini adalah absennya tindak lanjut pasca-pelatihan. “Keberhasilan
Credit Union bukan lagi diukur dari seberapa banyak pelatihan yang digelar, melainkan dari banyaknya jumlah anggota yang benar-benar tumbuh secara ekonomi,"
ungkap pemateri dalam sesi tersebut. Sistem ABCD + AI hadir sebagai solusi berkelanjutan yang terus berjalan bahkan setelah pelatihan kelas selesai.

WhatsApp Image 2026-06-30 at 09.56.14.jpeg

Melalui sistem ini, Credit Union dibekali kemampuan digital terintegrasi untuk menyaring data anggota menjadi informasi yang tepat sasaran. Enam pilar ekosistem keberlanjutan sistem baru ini dijalankan melalui alur
kerja terstruktur demi membangun ekosistem ekonomi anggota yang mandiri. Discovery merupakan proses mendalam untuk membaca profil, potensi, tantangan, dan harapan riil dari setiap anggota. Analisis (A1–D3) mengolah basis data menjadi informasi akurat mengenai arah pengembangan usaha. Mentoring pendamping
secara objektif berdasarkan kebutuhan spesifik anggota. Pendampingan merupakan langkah nyata usaha di lapangan berbasis data terukur. Komunitas Usaha menjadi wadah bagi para anggota dengan jenis usaha sejenis untuk saling belajar danberkolaborasi. Klaster Usaha memperkuat rantai nilai ekonomi dan memperluas jaringan pasar yang masif. Peta Jalan 24 Bulan demi Dampak nyata pelatihan ToT ABC berbasia AI ini menjadi titik awal dari peta jalan (roadmap) implementasi jangka panjang selama 24 bulan. Pada tiga bulan pertama, fokus dititikberatkan pada penyusunan database potensi dan pencarian mentor. Memasuki bulan ke-4
hingga ke-12, pendampingan intensif mulai berjalan hingga usaha anggota tumbuh. Selanjutnya, pembentukan komunitas dan klaster usaha ditargetkan rampung pada bulan ke-13 hingga ke-24 demi mewujudkan ketahanan ekonomi peserta yang berkelanjutan dan mampu menjadi mentor bagi diri sendiri dan anggota Credit Union agar mengembangkan ekonomi anggota Credit Union agar menjadi kesejahteraan. Melalui investasi sistem ini, manajemen Credit Union kini dapat mengambil keputusan berbasis data secara transparan, efisien, dan terukur lewat pemanfaatan dashboard digital khusus. Transformasi ini diharapkan mampu mendongkrak pendapatan riil para anggota.

 Praktek pembuatan produk pertanian menggunakan metode JADAM

ed_1782792627_KUquYRGK.png

Pada pelatihan tersebut para peserta dari berbagai Credit juga dibekali dengan beberapa contoh pelatihan pemberdayaan yang sudah dilakukan di Credit Union Kridha Raharja diantaranya adalah proses pembuatan produk- produk pertanian mengunakan metode pertanian organik JADAM. Apa yang menarik dari jadam tersebut, kita ulas sejenak JADAM adalah singkatan dari Jayonul Damul Saramdul, yang dalam bahasa Korea berarti "orang-orang yang seperti alam". Ini adalah sebuah metode pertanian organik berbiaya sangat rendah (Ultra-Low-Cost Organic Farming) yang dikembangkan oleh Youngsang Cho.

Tujuan utama
metode JADAM adalah mengembalikan kemandirian petani dengan cara membuat sendiri pupuk, pestisida, dan nutrisi tanaman menggunakan bahan-bahan alamiyang ada di lingkungan sekitar dengan sangat murah, mudah, dan efektif.

Metode JADAM
memiliki beberapa keunggulan dan produk utama yang sering diaplikasikan dalam pertanian organik, antara lain:

  1. Keunggulan Metode JADAM

  • Berbiaya Murah: Mengganti input pertanian komersial yang mahal dengan bahan
    lokal seperti sisa tanaman, daun bambu, kentang, dan air hujan.

  • Ramah Lingkungan: Sepenuhnya organik dan dirancang untuk menyuburkan tanah,
    menyehatkan akar, dan menjaga keseimbangan mikroorganisme di lahan.

  • Dapat Dibuat Sendiri: Petani didorong untuk membuat sendiri formula mereka tanpa
    bergantung pada perusahaan penyedia pupuk dan pestisida.

  1. Produk Utama dalam Pertanian JADAM

  • JMS (Jadam Microbial Solution): Larutan mikroorganisme lokal. Berfungsi mirip seperti EM4,
    berfungsi menyuburkan tanah dan mempercepat penguraian. Dibuat dari
    fermentasi humus akar bambu, kentang, dan air tanpa kaporit.

  • JLF (Jadam Liquid Fertilizer): Pupuk organik cair (POC) yang dibuat dari fermentasi sisa-sisa
    tanaman yang dicampur air dan mikroba.

  • Jadam Sulfur: Fungisida alami pembasmi jamur dan hama yang terbuat dari
    belerang dan soda kaustik.

  • Jadam Wetting Agent (Pewaktu Alami): Cairan pelarut pestisida nabati buatan sendiri dari bahan organik agar pestisida menempel sempurna pada daun.

Kunjungan ke Komunitas Berbasis Teritori (KBT)

ed_1782792627_9oTq07ih.pngWhatsApp Image 2026-06-30 at 09.57.28.jpeg

Dalam kegiatan tersebut para peserta TOT ABCD + AI, juga melakukan kunjungan kepada para anggota CU Kridha Rahardja dalam kunjungan tersebut para peserta diharapkan melakukan study lapangan. Para peserta dipersilakan bertanya dan mengamati bagaimana masing-masing teritori di CU Kridha Rahardja berproses
sehingga Ketika pulang para pelatihan diharapkan peserta dapat Menggali aset teritori, Merumuskan visi teritori, khususnya penggunaan teknologi JADAM, apa ada jalur ekonomi yang dipilih untuk usaha Bersama, Seperti apa desain usahanya, apa kontribusi usaha ini untuk anggota dan komunitas, Seperti apa langkah eksekusinya yang dapat diterapkan pada Credit Union masing- masing peserta.

WhatsApp Image 2026-06-30 at 09.53.29.jpeg

























Artikel Terkait: